Kamis, 29 Januari 2009

Lalat Bermanfaat

Nabi Muhammad Saw mengatakan :”Apabila terjatuh lalat ke dalam bejana seseorang di antara kamu, maka hendaklah dibenamkannya seluruhnya, kemudian membuangnya, karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat penyembuhnya (obat).”
Lalat adalah sejenis hewan yang dapat menyebarkan penyakit. Dia lahir dari kotoran yang berbau busuk. Lalat tidak mempunyai pelupuk mata, karena biji matanya sangat kecil.

Plato menyatakan bahwa lalat adalah hewan yang paling rakus, sehingga ia berani menerjunkan dirinya ke dalam sesuatu, walaupun akan membahayakan keselamatannya.
Di dalam hadis marfu’ yang dikeluarkan Abu Ya’la dari Ibnu Umar, umur lalat adalah 40 hari dan semua jenis lalat masuk neraka, kecuali lebah.”Dimasukkannya lalat ke dalam neraka menurut Al-Jahizh bukanlah sebagai hukuman baginya akan tetapi untuk menyiksa isi neraka.


Menurut Abu Muhammad Al-Maliki, lalat itu lahir dari sampah-sampah yang kotor. Khasiatnya menurut beliau dapat menyembuhkan penyakit mata, jika kepalanya dipotong dan badannya digosok-gosokkan ke bulu-bulu pelupuk mata. Dan jika disapukan kepada bekas gigitan binatang berbisa, niscaya hilang sakitnya.
Beberapa orang khalifah pernah memajukan pertanyaan kepada Imam Syafi’i tentang hikmah dijadikannya lalat. Beliau menyatakan bahwa ia djadikan Allah adalah untuk merendahkan martabat raja-raja karena ia berulang kali mendekatinya. Menurut penelitian para ahli, sayap kanannya mengandung obat dan sayap kirinya mengandung racun.

Menurut para ahli, pada tubuh lalat itu terdapat racun yang membahayakan. Hal ini dapat dibuktikan dengan bekas gigitannya yang menimbulkan bengkak-bengkak dan gatal. Racun itu merupakan senjata ampuh baginya. Apabila ia terjatuh ke dalam sesuatu yang membahayakannya, maka dengan cepat ia mempergunakan senjata ampuhnya itu.
Oleh karena itulah Nabi Saw menganjurkan supaya lalat yang masuk ke dalam bejana segera dibenamkan seluruh tubuhnya. Adapun dari kata-kata membuangnya yang dimaksudkan Nabi pada hadis di atas mengandung makna, lalat menjadi najis sesudah mati.

Tidak ada komentar: